Kamis, 30 Juni 2011

Asianusa mengundurkan diri sebagai peserta Pameran IIMS 2011 yang ke 19

Kepada Yth.
Dyandra Promosindo
The City Tower (TCT) 7th Floor
Jl MH Thamrin 81, Jakarta Pusat

Up. Bapak Susilo Wirawan

Hal: Pengunduran diri Asianusa sebagai peserta dalam Pameran IIMS 2011

Dengan hormat,

Pertama-tama kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan pelaksana serta penyelenggara pameran  IIMS2011 yang telah memberikan fasilitas kepada Asianusa untuk berpartisipasi dalam pameran tsb., bahkan pada tanggal 17 Juni 2011 perwakilan kami telah mengghadiri ‘Teahnical Meeting’ dan kami sudah mendapatkan ID Card serta bahan-bahan arahan dari pelaksana pameran (Dyandra Promosindo). Kami juga mengucapkan terima kasih telah diberikan fasilitas untuk melakukan ‘Test Drive” di area pameran tersebut, namun dalam perjalanannya kami cukup kaget membaca berita dari otomotifnet.com, yang berjudul “Di IIMS Bisa Test Drive Mobil Nasional, Tapi Awas Rodanya Copot!” , disitu ada statemen dari Ketua Penyelenggara Pameran yaitu:

"Tapi hati-hati, buat yang suka kebut-kebutan tidak boleh test drive mobnas, nanti rodanya copot," canda Ketua Panitia IIMS 2011, Johnny Darmawan, disela-sela konferensi pers IIMS 2011 yang kedua, hari ini (22/6). Berta selengkapnya dapat dilihat di website: http://mobil.otomotifnet.com/read/2011/06/22/320660/41/7/Di-IIMS-Bisa-Test-Drive-Mobil-Nasional-Tapi-Awas-Rodanya-Copot

Walaupun bernada canda, menurut hemat kami hal tersebut kurang pantas dinyatakan oleh yang terhormat Bp. Johnny Darmawan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Penyelenggara Pameran IIMS 2011, apalagi canda tersebut dilontarkan dalam Acara “Press Conference ke 2’ pada tanggal 22 Juni 2011. Pameran IIMS adalah Pameran yang bergengsi dan bertaraf Internasional yang tuan rumahnya adalah Negara Indonesia, dan menurut kami Bp. Johnny Darmawan, sebagai putra bangsa sepatutnya haruslah mendukung produk bangsanya sendiri, bukan nya malah mencemooh dengan candaan didepan para wartawan, yang berkesan merendahkan produk mobil nasional.

Sebagaiman yang dinyatakan dalam berita tersebut  bahwa ‘Entah apa maksud dari candaan Ketua Panitia IIMS 2011 tersebut,’, demikian juga kami tidak memahami apa maksud dari candaan tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas,  dengan ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mengajukan permohonan  Pengunduran diri Asianusa sebagai peserta dalam Pameran IIMS 2011, walaupun demikian kami tetap berharap agar Pameran IIMS 2011 mendapatkan kesuksesan.

Demikian surat pengunduran diri kami dan terima kasih atas perhatian serta kerjasama yang baik dari Penyelenggara dan Pelaksana Pameran IIMS 2011.

Salam Asianusa,
Ttd.                                                     

Ibnu Susilo                                                                              Moh. Irfan
Ketua                                                                                       Sekjen


Lampiran:

Berita di Otomotifnet.com:

Rabu, 22 Juni 2011 17:05 WIB
IIMS 2011

Di IIMS Bisa Test Drive Mobil Nasional, Tapi Awas Rodanya Copot!


Jakarta - Kabar baik bagi perkembangan industri mobil nasional. Kalau tahun lalu di IIMS hanya bisa memajang mobil-mobilnya, maka di tahun 2011 ini, mobil-mobil nasional tersebut bisa dijajal oleh para pengunjung. Tapi...

"Tapi hati-hati, buat yang suka kebut-kebutan tidak boleh test drive mobnas, nanti rodanya copot," canda Ketua Panitia IIMS 2011, Johnny Darmawan, disela-sela konferensi pers IIMS 2011 yang kedua, hari ini (22/6)

Entah apa maksud dari candaan Ketua Panitia IIMS 2011 tersebut, namun yang pasti kesempatan besar di IIMS 2011 kali ini hendaknya juga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku industri mobil nasional, dengan memajang mobil-mobilnya yang semakin inovatif dan berkualitas.

Ya, ajang sesi test drive mobil nasional tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dari pihak penyelenggara IIMS 2011 terhadap industri mobil nasional, dimana berbagai merek yang siap berpartisipasi di IIMS 2011 ini antara lain Tawon, Fin KOmodo, juga GEA.

Jajaran mobil nasional ini akan ditempatkan di Hall C, berbarengan dengan deretan booth komponen dan aksesoris kendaraan bermotor. (mobil.otomotifnet.com)

Sumber: Blog Asianusa

Sabtu, 14 Mei 2011

Ketangguhan Wakaba Teruji di Segala Medan

INDUSTRI kreatif otomotif Indonesia, sepertinya mulai menggeliat. Meskipun baru dalam bentuk prototipe, tapi hal itu menunjukkan ada keinginan untuk menciptakan produk hasil kreativitas anak bangsa.

Wakaba (Wahana Karya Anak Bangsa) itulah salah satu bukti dari geliat otomotif hasil karya anak bangsa, yang dibuat oleh Working Group Klaster Industri Komponen otomotif Jabar dan Design Center Fakultas Teknik Unpas.

Wakaba merupakan kendaraan multifungsi dengan basis kebutuhan masyarakat yang bisa dipakai untuk segala medan, terutama ditujukan untuk daerah pedesaan yang terpencil.
Mobil ini diperuntukkan bagi pengolahan, angkutan, dan distribusi hasil bumi yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Saat ini Wakaba masih dalam bentuk prototipe, mulai dibuat pada tahun depan. Sejak tiga tahun lalu, kami telah merumuskan, mencari dan berinovasi apa yang tersisa dari kita. Bisa bersaing dengan negara lain," urai Wakil Ketua Working Group Klaster Industri Komponen Otomotif Jabar Trisakti Wisnuadji, Selasa (13/10).

Wisnu menambahkan salah satu keunggulan Indonesia di dunia adalah pada desain. Pasalnya kalau bersaing pada bidang modal Indonesia akan ketinggalan.

"Kita memilih meciptakan kendaraan ini, karena komponen dan aplikasi kendaraan ini dapat dibuat oleh industri kecil menengah sehingga pengembangan kendaraan akan memberi ruang buat mereka juga," terangnya.

Selain itu Indonesia memiliki masalah yang kompleks dengan alat transportasi. Masalah itu terkait infrastuktur jalan, masalah penanggulangan bencana dan masalah alat transportasi yang sesuai.

"Untuk komponen sendiri seperti en__ne, transmisi elektrik masih menggunakan industri besar, sedangkan yang lainnya seperti body, jok, bisa didapatkan dan dikerjakan oleh industri kecil menengah (IKM)," tuturnya.

Harga yang ditawarkan untuk kendaraan ini sebesar Rp 80 juta per unit. Saat ini telah ada pihak yang memesan, yaitu perusahaan perkebunan swasta di Sumatra yang telah memesan 10 unit Wakaba.

"Detail prototipe ini lebar 1,6 meter, panjang 2,4 meter, engine 500 cc sesuai dengan ketentuan Ristek yang dapat mengangkut 500 kg beban dan untuk sementara tanpa menggunakan STNK dan SIM untuk mengendarainya. Bahan bakar pun dapat dipilih sesuai keinginan apakah diesel atau bensin" paparnya.

"Pemilihan Unpas sebagai kampus yang ditunjuk untuk proyek ini, karena Fakultas Teknik Unpas lebih fokus pada otomotif dibandingkan perguruan tinggi teknik lainnya," kata Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Industri Disperindag Jabar Hani Yuhani.

Investasi yang digelontorkan selama tiga tahun untuk proyek ini mencapai Rp 2 miliar yang berasal dari APBD Jabar serta suplai dari Departement Perindustrian.

"Kami konsen di otomotif sejak 2004, dalam proyek ini kami melibatkan 12 mahasiswa dari FT Unpas dan peneliti utama yang berasal dari dosen Unpas," kata Dosen FT Unpas Farid Rizaya.( Yatni Setianingsih)

Tribun-Jabar